Cara Menjadi iOS Developer untuk Pemula

Katakanlah kamu tertarik untuk menjadi seorang iOS Developer dan punya semangat belajar yang luar biasa. Tapi ada satu masalah: kamu sama sekali tidak punya pengalaman coding. Coding atau menulis kode pemrograman mutlak diperlukan untuk membuat atau mengembangkan sebuah aplikasi iOS (ataupun aplikasi dengan platform lainnya). Jadi bagaimana caranya?

Tentu saja langkah-langkah dibawah ini tidak menafikan coding. Kamu tetap harus coding untuk menuliskan fungsi-fungsi app kamu. Langkah ini adalah sedikit panduan bagaimana cara menjadi seorang iOS Developer bagi mereka yang sama sekali baru akan memasuki dunia ini

1. Register Sebagai iOS Developer
Langkah pertama, daftarkan diri kamu sebagai iOS Developer disini. Ada dua tipe developer; berbayar dan tidak. Jika kamu memilih untuk tidak membayar, kamu tetap bisa mendownload Xcode SDK. Namun, developer tipe ini tidak bisa mengetes aplikasi buatan mereka pada device sebenarnya (iPhone/iPad/iPod Touch). Sebaiknya, segera mendaftar sebagai iOS Developer Program dengan biaya $99 pertahun. Keuntungan yang bisa kamu dapat sangat jauh melampaui apa yang kamu bayar. Percayalah. Pelajari selengkapnya disini

2. Download Xcode SDK
Buka App Store pada Mac kamu, ketikkan ‘Xcode’ dan download aplikasinya. Besarnya file mencapai lebih dari 2GB. Perhatikan bahwa saat artikel ini ditulis, Xcode yang ada merupakan versi 6.1. Saran saya, download juga Xcode versi 5.1 agar lebih memudahkan kamu belajar di kemudian hari. Untuk mendownload Xcode versi 5.1.1, klik disini.

3. Saatnya Belajar
Setelah kamu mendownload Xcode dan menginstallnya, kini waktunya kamu mempelajarinya. Saat artikel ini ditulis, aplikasi iOS dapat dibuat menggunakan bahasa pemrograman lama yaitu Objective-C dan bahasa pemrograman baru bernama Swift. Bahasa manapun yang kamu pilih, semua tetap bisa berfungsi. Penjelasan lebih lanjut mengenai kedua bahasa pemrograman ini akan saya bahas di artikel lainnya.

Namun versi singkatnya, Objective-C merupakan bahasa dengan usia lebih dari 30 tahun lalu untuk membuat aplikasi baik di Mac maupun iOS. Karena sudah lama, maka banyak sekali referensi tutorial diluar sana. Kekurangannya, bagi kebanyakan programmer, Objective-C dinilai lebih sulit untuk dipelajari karena memiliki banyak unsur-unsur tambahan pada syntax nya. Tentu saja ini hanyalah penilaian subyektif. Kamu tidak akan sayang jika belum mengenalnya bukan? Sedangkan Swift, baru dikenalkan pada pertengahan tahun 2014 oleh Apple. Swift merupakan pengembangan dari Objective-C. Pada Swift, Apple membuatnya jauh lebih simpel dari Objective-C dan memiliki banyak kesamaan dengan syntax-syntax bahasa pemrograman populer lainnya. Tujuannya tentu saja Apple berharap akan semakin banyak lagi orang yang mempelajari iOS Development tanpa harus dipusingkan dengan kerumitan syntax Objective-C. Walau banyak kesamaan dengan bahasa pemrograman lainnya, Swift jelas bukan gabungan dari beberapa bahasa lainnya. Swift adalah Swift.

Jika kamu lebih mengutamakan kecepatan belajar menggunakan contoh-contoh code, maka Objective-C adalah pilihan kamu. Dan jika kamu lebih memilih untuk berpikir ke depan dan mulai dari nol, maka Swift adalah pilihan kamu. karena masih baru, masih sangat jarang tutorial dan sample code untuk Swift. Jikapun ada, lebih diperuntukkan bagi mereka yang sudah mengenal Objective-C. Sementara untuk Objective-C, tutorial dan sample code banyak bertebaran di internet.

Beberapa website referensi tutorial yang bisa kamu mulai:
– Youtube, tentu saja. Akan jauh lebih mudah mempelajari coding dari video ketimbang buku, setuju?
GeekyLemonDevelopment. Tutorialnya menyeluruh dari basic dan cukup untuk mengantarkan kamu membuat aplikasi pertamamu. Diperlukan registrasi untuk melihat tutorialnya. Jangan khawatir, registrasinya gratis. Penjelasannya cukup lugas disertai video dan sample code.
AppCoda. Jika kamu lebih suka membaca dan mengikuti tutorial sejak awal, maka website ini pilihannya. Penjelasannya lugas, jelas, dan langsung.
Ray Wenderlich. Bagi yang merasa sudah mahir atau setidaknya merasa intermediate, maka website ini pilihannya. Diasuh oleh Ray Wenderlich dan didukung oleh developer-developer mumpuni dari seluruh dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *